Apa sebenarnya "gari" itu!?
Ruang Baca

Apa sebenarnya "gari" itu!?

Datangi kedai sushi mana pun, ia hampir selalu ikut terhidang: jahe yang diasinkan dalam cuka manis. Di Jepang ini disebut "gari". Ia bukan topping sushi, tetapi pemeran pendamping yang tak tergantikan di dunia sushi. Namanya konon berasal dari bunyi "gari-gari" (renyah) saat digigit.

Perannya adalah menyegarkan mulut di antara suapan. Sejumput setelah topping berlemak akan me-reset mulut dengan segar, sehingga Anda menyambut potongan berikutnya dengan indera perasa yang baru. Jahe juga bersifat antibakteri; di zaman Edo yang belum mengenal pendingin, ia turut mencegah keracunan makanan saat menyantap ikan mentah.

Pada dasarnya hampir semua kedai sushi memakai jahe, tetapi beberapa tahun terakhir jaringan sushi ban berjalan raksasa "Kura Sushi" menjadi perbincangan karena menggantinya dengan "gari lobak" — lobak yang diasinkan dalam cuka manis. Orang dewasa yang sejak dulu membayangkan gari sebagai jahe pun bingung, tetapi karena tidak pedas, tampaknya justru populer di kalangan anak-anak. Akankah gari terus berevolusi? Meski pemeran pendamping, ia sosok yang tak bisa dilepaskan dari pandangan.

← Ruang Baca

Kenali potongan berikutnya lebih dalam.

Aplikasi ini gratis.